Novel Indonesia Best Seller hingga Juni 2024

Tahun 2024 udah berhasil kami lewati setengahnya bersama-sama. Selama https://lasantane.com/ enam bulan tersebut, banyak sekali hal-hal yang terjadi di kehidupan ini, terhitung dunia perilisan buku Indonesia.

Mulai berasal dari penulis kenamaan Indonesia, Tere Liye, yang lagi menempati peringkat bersama judul terbanyak bersama karya-karyanya yang tetap ditunggu para pembaca, novel berlatarkan sejarah Indonesia yang lagi dicari-cari, hingga novel sambungan trilogi New York berasal dari Ilana Tan pun masih banyak diburu oleh fans buku dan masih bertahan jadi buku best seller berasal dari tahun lalu.

Selain novel-novel tersebut, pasti masih tersedia novel Indonesia lainnya yang jadi best seller di pertengahan tahun ini. Penasaran? Berikut daftar 10 novel Indonesia best seller yang paling banyak diburu di Gramedia.com hingga bulan Juni tahun 2022. Baca hingga habis, siapa sadar sanggup masuk ke daftar book to read kamu selanjutnya!

1.  Cantik Itu Luka — Eka Kurniawan

Novel best-seller karya Eka Kurniawan ini merupakan novel pertama beliau yang diterbitkan pada tahun 2002 silam. Sampai sementara ini, novel ini udah berhasil diterjemahkan ke lebih berasal dari 34 bahasa, di antaranya bhs Inggris, Jerman, Polandia, Jepang, dan masih banyak lagi.

Berlatar belakang pada jaman kolonial hingga pasca kemerdekaan Indonesia, buku ini mengisahkan perihal seorang perempuan keturunan Belanda bernama Dewi Ayu yang punyai paras terlalu cantik. Namun, kecantikannya tersebut bukannya mempunyai sesuatu yang menguntungkan, melainkan jadi mempunyai malapetaka dan kutukan bagi dirinya, beserta keturunannya.

Mulai berasal dari menjadikan Dewi Ayu seorang pelacur bagi para tentara Belanda dan Jepang, kutukan itu terhitung mengakibatkan semua anak perempuan yang dilahirkan Dewi Ayu perlu mengalami patah hati tidak ada henti.

Oleh karena itu, judul Cantik Itu Luka merupakan perwakilan berasal dari beraneka cerita berasal dari tokoh-tokoh yang tersedia di buku ini, di mana kecantikan tersebut justru jadi menyimpan banyak luka dan perasaan sedih untuk mereka. Selain itu, di buku ini penulis terhitung menyelipkan sebagian nilai-nilai sejarah yang nyata di balik kisah fiktif tersebut, agar para pembaca sanggup menjadikan novel ini sebagai salah satu tempat untuk belajar sejarah, yang berwujud karya sastra.

2. Cerita-cerita Bahagia Hampir Seluruhnya — Norman Erikson Pasaribu

Terdiri berasal dari sebelas kumpulan cerita-cerita pendek, buku karya Norman Erikson Pasaribu ini didalam versi bhs Inggrisnya udah berhasil masuk ke didalam nominasi berasal dari sebagian penghargaan bergengsi, layaknya longlist International Booker Prize 2022 dan shortlist The Republic of Consciousness Prize 2022.

Buku ini sendiri memuat perihal sebagian cerita berasal dari para pembawaan yang sedang berjuang untuk jadi dirinya sendiri, tetapi terhambat oleh dunia heteronormatif yang tersedia di sedang masyarakat, yang akhirnya mengakibatkan mereka perlu terima segala konsekuensi tidak mengenakkan berasal dari lingkungan sekitarnya.

Dengan menyita inspirasi berasal dari latar belakang budaya Batak dan agamanya, lewat buku ini, Norman mencoba untuk mengatakan pesan serta beri tambahan refleksi atas kenyataan didalam kisah serta kehidupan mereka, yang sanggup berikan kesedihan, kemuraman, dan penderitaan mendalam berasal dari para tokoh-tokohnya.

3. Kita Pergi Hari Ini — Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Dikenal sebagai seorang penulis fiksi fantasi bersama style menulisnya yang unik, Ziggy udah banyak meraih beraneka penghargaan atas karya-karyanya. Bahkan pre-order untuk bukunya yang berjudul Kita Pergi Hari Ini udah berhasil terjual habis sepanjang kurun sementara kurang berasal dari 24 jam.

Dibalik sampulnya yang manis dan menggemaskan, buku karya Ziggy ini nyatanya menghadirkan cerita yang penuh kejutan bersama nuansa yang mirip sekali di luar nalar dan dugaan para pembacanya.

Buku ini mengisahkan perihal lima orang anak yang dititipkan orang tuanya pada Kucing Luar Biasa bernama Nona Gigi, yang lantas merawat dan mempunyai mereka berpetualang menyusuri Kota Terapung Kucing Luar Biasa. Diperjalanan menuju kota tersebut, mereka perlu lewat perjalanan yang tidak biasa, merasa berasal dari naik Kereta Air, berjumpa Kolonel Jagung, hingga bermain di Sirkus Sendu.

Lewat kisah petualangan kelima anak tersebut, Ziggy akan mengajak kami untuk menelisik kepribadian manusia dan terhitung hubungan kami bersama orang atau makhluk lain, yang sebetulnya merupakan kritikan berasal dari sang penulis pada sebagian hal atau isu yang tersedia di sedang masyarakat. Salah satunya, perihal eksploitasi binatang yang marak dijalankan oleh manusia.