Review: Novel Buku Panduan Matematika Terapan – Triskaidekaman

Pertanyaan P-NP (sesuatu yang bisa diperhitungkan-sesuatu yang tak bisa diperhitungkan) muncul setelah Prima didatangi oleh hantu yang mengajarinya cara berhitung dan bermacam teori matematika di dalam mimpi. Teka-teki itu kian mengusiknya saat dia bertemu Tarsa—si cerdas yang juga memiliki pertanyaan sama perihal P-NP. Melainkan, padahal sudah mencurahkan semua hidupnya, Prima tak juga sanggup menemukan jawabannya. Tentu. Karena, siapa pula manusia di dunia ini yang bisa menjawab kapan dia akan dimatikan?

Buku Panduan Matematika Terapan, awal mendengar judul ini seketika terbayang ini adalah buku pembelajaran. Melainkan ternyata bukan. Buku slot deposit 5000 qris Panduan Matematika Terapan adalah sebuah novel. Malah novel ini berhasil menyabet pemenang satu di UNNES International Writing Novel Contest 2017. Makin penasaran lah dengan isi novel ini. Cerita apa yang diangkat di dalamnya?

Seperti judulnya, novel ini sungguh-sungguh kental dengan elemen matematika. Melainkan jangan bayangkan isinya cuma penuh dengan angka dan rumus saja. Ada gabungan antara pertanyaan-pertanyaan soal kehidupan dan uraian makna yang disarikan dari sejumlah rumus matematika. Tidak pernah terbayang sebelumnya apabila sebuah rumus matematika bisa jadi jawaban atas pertanyaan soal kehidupan yang penting.

Mantisa, si kecil gadis yang tinggal di panti asuhan. Dia bukan gadis awam. Dia senantiasa banyak tanya. Banyak hal yang sungguh-sungguh gampang membuatnya penasaran. Malah dia punya keistimewaan bisa menghitung tetes air hujan.

Lalu ada Prima, si kecil genius yang karena sebuah kejadian menjadi seorang si kecil tunarungu. Mujur dia memiliki seorang ibu yang begitu menyayanginya. Prima menjalani “sekolahnya” dengan cara berbeda. Prima pun kemudian bertemu dengan Mantisa. Sosok Tarsa lah yang membikin Prima dan Mantisa bertemu. Mereka kemudian diciptakan penasaran untuk memecahkan konsep P-NP.

Konsep P-NP (sesuatu yang bisa diperhitungkan-sesuatu yang tak bisa diperhitungkan) mengusik hidup Prima. Ada hantu yang mendatangi mimpinya. Mimpi yang begitu abstrak melainkan juga terasa sungguh-sungguh kongkret. Dari hantu hal yang demikian, Prima pun belajar cara menerapkan abakus. Prima pun menghabiskan banyak waktunya mengobrol dengan hantu hal yang demikian mengenai bermacam permasalahan kehidupan.