Teknologi dan Kurangnya Nilai Bahasa Geser Atensi Baca Buku

Rendahnya atensi membaca lewat buku cetak dan e-book dikala ini, yaitu suatu masalah. Dikarenakan kemajuan teknologi yang kian canggih, membikin kecenderungan membaca, menjadi malas bersentuhan dengan yang namanya buku.

 

Hal ini dikoreksi Kresnayana Yahya CEO Enciety Business Consult, karena orang yang berlama-lama di depan layar gadgetnya tujuannya belum tentu membaca.

 

“Sayangnya, perhatian membaca buku ini tersaingi oleh media sosial. Jikalau dahulu membaca buku telah menjadi komponen dari tujuan membaca, seperti pendalaman, abstraksi berfikir, menikmati spaceman pragmatic sebuah cerita, namun ada orang yang berjam-jam di depan dunia maya belum tentu membaca,” kata Kresnayana Yahya dikala diwawancarai Radio Bunyi Surabaya, Jumat (14/11/2014).

 

Kecuali itu, buku pelajaran dari anak SD dikala ini lebih-lebih kelas 1 sampai kelas 3, energi berbahasanya benar-benar sulit dipahami oleh anak-anak.

 

“Jikalau aku baca, bahasa Indonesianya memang belum dilewati dengan proses logika yang cukup. Bahasa Indonesianya ditulis dengan penulis yang ilmunya terlalu tinggi, sehingga atensi baca pada anak jadi rendah,” tambahnya.

 

Saat ditanya mengenai skor-skor bahasa Indonesia pada buku-buku yang beredar dikala ini, Kresna menjawab memang benar-benar sulit untuk dimengerti karena banyaknya penulis-penulis pemula dan menerjemahkan buku-buku dari bahasa asing dengan kurang tepat.

 

Ada yang menerjemahkan buku-buku dari bahasa asing seperti lewat google translate. Pada dikala yang sama kemampuan bahasa guru-guru kita juga terbatas,” lanjutnya.

 

Berdasarkan data yang dikemukakan Kresnayana, tiap tahun di Indonesia lahir 4,5 juta anak dan sampai dikala ini, anak yang ada di lingkungan sekolah ada sekitar 77 juta anak mulai Paud sampai Universitas. Sehingga, bila 77 juta manusia ini membeli 1 buku dalam sebulan, bisa menjadi jaminan bahwa tingkat literasinya bertambah.

 

“Untuk memecahkannya, paling tak kita beli satu buku tiap sebulan atau baca koran tiap harinya dengan akurat, supaya bisa meningkatkan dan menambah kosakata bahasa Indonesia kita.